Oleh: kun744 | Juni 26, 2008

Tak ada lelah untuk menunggumu

Matamu tampak nanar
Tak nampak lagi keindahan
Yang dulu bercahaya
Memikat hati setiap pujangga

Mawar peduh duri
Yang dulu kau tanam
Telah lama mati
Meninggalkanmu dalam sendiri

Hatimu tersayat noda
Bak sebilah pedang menghujam dada
Runtuh menghancurkan raga
Mengikis harapan jingga

Kemana kau berlari
Dimana kau bersembunyi
Dimana hatimu menepi
Dan memberi seutas janji

Harap cemas hatiku kelu
Meronta memanggil namamu
Mimpikan kau merajuk rindu
Kesetiaan hadir menunggumu


Beri tanggapan

Your response:

Kategori