Oleh: kun744 | Juni 26, 2008

Aurel (bag2)

”Dooor”

”Aduh, meleset lagi” sepertinya ia begitu kesal karena lagi-lagi sasarannya meleset. Mungkin hari ini dewa keberuntungan sedang menjauhinya sehingga nasib sial selalu menimpanya.

Beberapa kali ia mencoba meneropong ke atas, melihat bila ada kawanan burung yang siap untuk dijadikan sasaran selanjutnya. Kiranya ia masih berharap akan memperoleh hasil dalam perburuan kali ini.

”Dooooor”

”Sial. Lagi-lagi meleset.” Ia kembali merutuk dan memaki dirinya. Ia menoleh kebelakang dan mencoba memandang tubuh tegap yang dari tadi berdiri di belakangnya. Entah sudah berapa lama pemuda itu berdiri disana.

”Mungkin karena ada kau jadi hari ini aku sial terus” Ia menunjukkan ekspresi yang tidak ramah pada pemuda tersebut.

”Sudahlah. Kau memang tidak ahli dalam berburu, lebih baik kita pulang dan makan. Rasanya perutku sudah mulai mengaduh minta diisi.” Pemuda itu hanya menjawab dengan santai dan ekspresinya datar.

”Kalau mau pulang silahkan. Justru itu yang aku harapkan dari tadi, lebih baik kau tidak ada daripada merepotkan.” Ia kembali mengeluarkan kata-kata dengan nada tinggi.

”Hei jangan berkata seolah-olah kau mengusirku. Menjagamu itu sudah menjadi tugasku, dan aku tidak mau menjadi orang yang tidak bertanggung jawab karena membiarkanmu disini sendirian.” Ia berkata dengan ekspresi wajah yang kesal. Seolah-olah dia sedang diremehkan oleh lawan bicaranya.

”Roman pergilah. Aku bosan melihatmu” Rupanya ia mulai tidak bisa menahan diri karena benci diikuti terus oleh pemuda itu yang ternyata bernama roman.

”Kau ini wanita, jangan berlagak sok terhadap lelaki” Nada bicanya mulai meninggi dan dia mulai menatap tajam pada gadis di hadapannya.

”Aku memang wanita tapi aku wanita yang kuat. Aku tidak butuh pengawal bodoh sepertimu.”

Mereka berdua masih saja beradu mulut. Saling menyalahkan, tampak tidak bersahabat dari kata-katanya. Tapi tetap saja mereka berjalan bersama mengingat Roman adalah bodiguard baru yang harus selalu mengawasi dan mengawal gadis berhidung mancung itu.

”Roman, kau tahu kenapa mamaku bertindak bodoh memintamu untuk mengikutiku?” Gadis ini rupanya mulai berbicara dengan nada bersahabat.

”Aku rasa karena kau nakal. Suka membuat ulah yang merepotkan banyak orang, makanya harus diawasi.” Pemuda itu menjelaskan alasan kenapa saat ini ia bersama gadis itu.

”Aku rasa bukan itu alasannya.” Ia mulai menampakkan wajah penuh ejekan pada pemuda disampingnya.

”Maksudmu?” Pemuda itu bertanya dengan nada meninggi.

”Yaa. Kau ini pria bodoh. Mamaku berpikir kamu bisa jadi pintar seperti aku bila terus bersamaku. Aku rasa itu alasan yang lebih tepat.” Ia berkata dengan nada mngejek.

“Diam kau gadis jelek. Aku pelintir kamu nanti.” Ia mencoba memegang pundak gadis itu dan seolah-olah akan memelintir lehernya, namun dengan sigap gadis itu melompat dan berlari menjauhinya. Ia berusaha menghindari serangan temannya yang sudah tidak bisa mengontrol emosinya karena ejekannya barusan. Mereka saling berkejaran diantara pohon-pohon besar yang berdiri tegap menjulang ke angkasa. Suasana ini mengingatkan Aurel akan masa-masa dimana ia bisa bercanda dengan kedua orang tuanya sewaktu ia masih kecil. Mungkin hanya Roman yang bisa membuatnya tertawa seperti sekarang ini karena hanya dialah satu-satunya teman, sahabat dan juga tetangga yang dikenalnya dengan baik. Begitu juga dengan Roman, ia merasa bahwa Aurel adalah gadis nakal yang selalu saja mengejeknya dan mengatainya bodoh. Namun demikian, persahabatan mereka sangat luar biasa dan tidak salah bila mama Aurel meminta Roman untuk menjadi pengawas bagi anaknya, karena dia tahu bahwa Romanlah satu-satunya orang yang tepat untuk tugas tersebut.

Sejenak Aurel terdiam saat melihat semak-semak yang bergerak. Rupanya mata gadis itu sangat jeli. Dengan telunjuk kanan yang ia letakkan di bibir, ia memberikan isyarat kepada Roman agar diam dan tidak membuat suara berisik. Ia mulai menyiapkan senapannya untuk mencari tahu benda apa yang berada di balik semak-semak tersebut.

Ia mulai menutupkan satu matanya agar bisa memfokuskan pandangan. Dengan telinganya ia mulai menangkap sinyal suara yang berasal dari balik semak itu. Seperti ada kelinci yang sedang mengunyah makanan tanpa ragu lagi ia melesatkan satu butir peluru tepat ke arah mangsanya.

“Doooor”

Ia mendekat ke arah semak-semak tadi. Disana tampak darah berceceran dan ia mulai mengembangkan senyuman, rupanya kali ini ia telah berhasil mendapatkan seekor mangsa. Dengan rasa penuh bahagia ia segera mengangkat seekor kelinci yang sudah tidak bernyawa.

“Lihat Roman, dengan ini aku telah membuktikan padamu bahwa aku bukan pemburu gadungan.” Ia kembali mengejek Roman yang sedari tadi hanya diam membisu.

“Kau gadis yang sadis. Tidak berperi kekelincian. Huuh” Ia hanya menatap gadis itu sekali pandang kemudian mengacuhkannya. Ia masih merasa ngeri dengan darah yang mengalir pada kelinci di hadapannya. Sungguh pemandangan yang tidak menyenangkan baginya. Rasanya ia turut berdosa pada kelinci tersebut karena ia juga ikut dalam ajang perburuan ini. Tapi apa daya, ia memang ditugasi untuk mengawal gadis ini dan ia pantang untuk meninggalkan tugas yang sudah dibebankan kepadanya.

***

“Wow. Benar-benar gadis yang sempurna” Pemuda itu membelalakkan matanya sesaat karena pemandangan yang dirasanya cukup menggoda.

“Kalo melihat jangan segitunya. Bisa-bisa biji matamu terlempar keluar dari tempatnya.”

Pemuda itu mulai mengernyitkan dahinya dan mengalihkan pandangannya pada sosok disampingnya. Ia merasa terganggu dengan apa yang barusan ia dengar. Rupanya kata-kata itu sudah membiusnya dan membuatnya tidak bisa menahan diri.

“Memangnya kenapa? Iri ya?” Ia mulai memberikan kesan tidak bersahabat.

“Aku kan bukan gadis murahan yang suka mengumbar kecantikan pada lelaki bodoh macam kamu.” Kembali suara itu terdengar dengan jelas dan penuh sindiran.

“Jelas saja. Kau kan jelek. Kau tidak ada apa-apanya dibanding dia.” Pemuda itu kembali memberikan alasan.

“Aku jelek. Lalu kenapa dari tadi kau mengikutiku.”

”Yaa. Karena ini tugas dari mama kamu. Kamu tahu kan aku ini baik hati, mana mungkin aku membiarkanmu melakukan kebodohan seperti waktu itu.” Ia berbicara dengan nada sombong, seolah-olah ia adalah pemuda yang pantas untuk dipuji. Ia membusungkan dadanya dan memandang gadis di depannya dengan tatapan tajam.

”Ah. Alasan bodoh lagi. Lain kali kalau bicara dipikirkan dulu ya teman. Biar tidak memperbodoh penampilanmu yang sudah bodoh.” Gadis itu melangkah meninggalkan pemuda itu. Ia tidak ingin banyak berbicara lagi dihadapan pemuda itu.

Pemuda itu hanya bengong mendengar perkataan gadis yang telah meninggalkannya. Rupanya ia tidak bisa memberikan jawaban untuk membalas olokan temannya tadi, lagi pula kalaupun membalas olokan tersebut tentu saja tidak akan diindahkan oleh gadis itu. Ia sudah jauh meninggalkannya di kantin yang mulai sepi karena satu persatu dari pengunjung sudah mulai pergi, kembali ke kelasnya masing-masing.

bersambung …….


Tanggapan

  1. frttg3i-qu687go-tw6qb1c7-0 black jack
    http://texas-holdem-mo.lookera.net#1
    [url=http://best-online-casino-mo.lookera.net#3]best online casino[/url]
    [url]http://gambling-mo.lookera.net#4[/url]
    [http://urlser.com/?xFj4E#5 insurance]
    “health insurance”:http://urlser.com/?qbKvI#6
    [LINK http://urlser.com/?xFj4E#7insurance/LINK
    [img]http://victor.freewebhostingpro.com/1.php[/img]

  2. ov7et1n-0hvox05-tw6qb1c7-0 auto insurance quotes
    http://online-casino-gambling-mo.lookera.net#1
    [url=http://urlser.com/?qbKvI#3]health insurance[/url]
    [url]http://urlser.com/?nm4rK#4[/url]
    [http://urlser.com/?5Nnno#5 progressive insurance]
    “car insurance quotes”:http://urlser.com/?IQpnn#6
    [LINK http://urlser.com/?boo2X#7life insurance[/LINK]
    [img]http://victor.freewebhostingpro.com/1.php[/img]

  3. d6362n6-5xdf9yf-tw6qb1c7-0 http://urlser.com/?IQpnn#1
    cheap auto insurance
    [url=http://texas-holdem-mo.lookera.net#3]texas holdem[/url]
    [url]http://gambling-mo.lookera.net#4[/url]
    [http://texas-holdem-mo.lookera.net#5 texas holdem]
    “black jack”:http://black-jack-mo.lookera.net#6
    [LINK http://urlser.com/?5Nnno#7progressive insurance[/LINK]
    [img]http://victor.freewebhostingpro.com/1.php[/img]

  4. y6n66lo-sgpxfzu-tw6qb1c7-0 roulette
    http://urlser.com/?5Nnno#1
    [url=http://texas-holdem-mo.lookera.net#3]texas holdem[/url]
    [url]http://urlser.com/?qbKvI#4[/url]
    [http://urlser.com/?xFj4E#5 insurance]
    “online gambling”:http://online-gambling-mo.lookera.net#6
    [LINK http://urlser.com/?5Nnno#7progressive insurance[/LINK]
    [img]http://victor.freewebhostingpro.com/1.php[/img]


Beri tanggapan

Your response:

Kategori