Suasana sekolah kembali gempar ketika dikabarkan ada beberapa murid siswa yang terlibat aksi tawuran. Sebenarnya hal seperti ini bukan yang pertama kali terjadi namun tetap saja terasa sangat mengejutkan bagi setiap orang yang mendengarnya. SMU Pratama adalah sekolah yang cukup terkenal akan kedisiplinannya. Sekolah ini juga menyandang gelar paling bergengsi dan berdedikasi dikarenakan para guru dan orang tua yang sangat berperan penting dalam penanganan siswanya. Kerjasama inilah yang melahirkan sekolah yang cukup layak untuk diuggulkan di kota Solo ini. Disamping itu sekolah ini juga memiliki siswa-siswa dengan kualitas diatas rata-rata baik dari segi kepandaian maupun keuangan. Karena hampir 80 persen yang bersekolah disini adalah anak-anak dari keluarga kaya.
Semua kelebihan yang dimiliki SMU Pratama seperti sirna dalam sekejap setelah adanya beberapa kasus yang dilakukan oleh beberapa muridnya. Bisa dibilang ini adalah hal buruk yang baru kali ini dialami selama sekolah ini berdiri. Seperti kisah bom yang dikabarkan ada di sekolah ini beberapa minggu yang lalu. Kejadian ini sempat membuat semua orang kalang kabut. Bom itu rupanya hanya akal-akalan dari seorang murid yang secara sengaja ingin membuat panik seluruh sekolahan. Dan rencananya berhasil karena sempat mendatangkan tim gegana yang langsung mengevakuasi SMU Pratama saat itu juga.
Rupanya sekolah ini sudah menjadi langganan bagi polisi setempat. Beberapa hari yang lalu telah ditangkap 5 orang siswa yang ketahuan membolos. Mereka membolos di tengah-tengah pelajaran hanya untuk melakukan aksi tawuran dengan SMU lain. Sungguh diluar dugaan. Kian terpuruk saja nama SMU Pratama. Rasanya ada satu hal yang perlu dituntaskan dalam setiap pemeriksaan terhadap siswa yang bermasalah, dan mencari dalang dari semua kejadian ini.
Setiap siswa yang melakukan aksi nakalnya memberikan jawaban yang tidak masuk akal. Mereka mengaku kalau dalang dari aksi kenakalan mereka adalah seorang siswa perempuan. Dan lebih aneh lagi siswa ini masih duduk di bangku kelas satu. Semua jawaban yang mereka berikan tak bisa membuat percaya para guru dan juga orang tua mereka. Apakah ini hanya akal-akalan mereka untuk lari dari kesalahan ataukah memang benar ada seorang siswa perempuan yang mempunyai keberanian untuk membuat para siswa ini takut kepada mereka. Hal itu semakin membuat gempar seluruh warga SMU Pratama.
Kurang begitu jelaskah penjelasan dari 5 anak laki-laki itu dan kurang lengkaplah penyelidikan ini sehinggan harus memanggil siswi dari kelas 1A untuk diberikan pertanyaan serupa. Untuk mengungkap kasus ini memang harus dilakukan dengan hati-hati, karena tetap saja nama baik sekolah ini yang menjadi taruhannya.
***
Bel tanda masuk akhirnya dibunyikan. Bersamaan dengan itu masuklah Aurel ke dalam kelasnya setelah bersusah payah ia menahan kantuknya. Pagi ini pertama kali ia masuk kembali ke kelasnya setelah selama dua minggu kena skors. Dan bukan hanya itu yang membuatnya tidak masuk sekolah selama itu, ini semua akibat ulahnya menjadi penyebar dan pembuat onar sekolahan akhir-akhir ini. Namun hukuman itu ia rasakan sambil lalu saja. Ia tidak ambil pusing dengan segala macam hukuman bahkan setiap saat dia malah menganggap hukuman itu seperti permainan baru baginya.
Aurel memang bukan seperti gadis seumurannya yang gemar melakukan kegiatan-kegiatan kewanitaan. Ia lebih terkesan tomboi dan lebih suka melakukan kegiatan anak laki-laki. Bukan hal yang lumrah untuk remaja seumurannya bila suka berkelahi, apalagi ia seorang perempuan. Namun mengingat otaknya yang brilian serta parasnya yang manis membuat setiap orang tidak berfikir tentang kepribadiannya yang sesungguhnya. Ia gadis yang lebih banyak diam daripada kebanyakan gadis lainnya. Sikapnya yang kurang bersahabat dengan teman-teman wanitanya membuat ia kurang begitu disukai. Mungkin juga mereka iri dengan segala kelebihan Aurel. Bagaimana tidak, ia pandai, cantik, anak orang ternama serta disukai banyak teman pria. Meski demikian ia tidak memperdulikan sikap teman-temannya, sikapnya yang introvet membuatnya sulit untuk didekati para pria. Kebiasaannya diam di pojok kelas sambil mendengarkan musik dari handphonenya dari pada mendengarkan penjelasan guru di depan kelas. Setiap guru hanya memperhatikannya tanpa mempermasalahkan sikapnya mengingat nilai ulangannya yang selalu diatas teman-temannya yang lain.
bersambung …….
