Oleh: kun744 | Juni 17, 2008

“Arloji”

mataku pedih
memandangimu terus
menghitung setiap detikmu
dan mengikuti iramamu

kucoba merasai
makna dari setiap titik
dimana dari sana
perubahan selalu terjadi

nafas ini tersengal
walau terasa bebal
aku tetap menunggu
hingga tiba waktuku

detik….detik
menunggu membuatku jemu
seakan tanpa ada waktu
yang kan datang untukku

disana jarum panjangmu
kutunggu dngan ragu
tiba giliranku
aku tetap membisu

waktu
aku solah dikejar waktu
ataukah
aku yang mengejar waktu

kau selalu bersamaku
menepiskan keraguanku
menemaniku
disetiap detik-detik perjuanganku


Tanggapan

  1. demi masa yo kun ^_^
    untuk apa masa hidupku.. untuk apa masa muda ku, untuk apa masa luangku…

    kun744:
    untuk allah saja tentunya :)

  2. Jarum jam tak mengeluh karena lelah berputar….

    **Ayo jangan kalah tuh sama jarum jam, kita juga jangan mengeluh untuk terus berjuang…..


Beri tanggapan

Your response:

Kategori