Oleh: kun744 | Juni 7, 2008

‘Menanti dibatas Waktu’

Serpihan itu bukan debu yang akan membawamu ke dalam kerapuhan atau juga menjagamu dari sebuah kesempurnaan hidup. Hanya sebuah keihlasan yang aku suguhkan untuk menyambutmu di jembatan waktu. Dan bila tlah datang saatnya … akan kuberikan sesuatu yang bernama kasih sayang, selamanya akan kau miliki …

Sejak kehidupan bermula telah muncul sebuah keselarasan yang akan terbangun dengan daya dan upaya. Begitu pentingnya arti sebuah keseimbangan yang memberikan dampak positif pada sebuah perjalanan hidup setiap insan bak garis putih yang menjadi penopang sebuah arca kehidupan. Dimana setiap segi dari keseimbangan merupakan bagian dari fenomena kehidupan alam. Tersebutlah beberapa makna yang kemudian menjadi acuan sebuah keselarasan dan keseimbangan dimana setiap insan berharap mampu menggapainya sehingga mendapatkan kebahagiaan yang indah.

Sesuai dengan takdir manusia yang diciptakan dari dua makhluk yang saling mencinta. Seorang ayah dan ibunda yang telah menjadi awal sebuah kehidupan janin dimana seterusnya sang janin akan menjadi penerus bagi para leluhurnya. Inilah yang dimaksud keseimbangan itu, setiap hal akan menemui ambang batasnya namun tetap bisa diteruskan oleh yang lain. Dan semua itu adalah bukti ke-Maha Esa-an Allah yang mampu mencipta dengan segala ke-Maha sempurnaan-Nya.

Tak layak bila sederet makhluk merasa bahwa dirinya dicipta dengan kurang sempurna dan kecewa dengan keadaanya. Sikap mereka justru membuat mereka tak layak untuk dimasukkan ke dalam daftar penciptaan. Karena Allah tidak akan pernah membuat sesuatu dengan tidak sempurna dan tanpa guna.

Setiap hal tidak selalu harus sama, perbedaan akan memunculkan sebuah romantisme keindahan yang saling mewarnai dan melengkapi. Dengan warna yang berbeda-bedalah pelangi bisa dikatakan indah. Seindah pula nuansa langit yang terlukis di senja hari, semua itu adalah perbedaan yang mampu menimbulkan aura keindahan dan justru dari perbedaan tersebut akan menghasilkan nilai kesempurnaan lebih dan lebih…. Subhanallah ….. bukankah Allah itu Maha Pandai dari segala pemilik kepandaian di muka bumi ini.

Setiap kerapuhanku adalah kesempatanmu untuk menyempurnakanku. Dan Allah tidak akan menciptakan hambanya tanpa sebuah tujuan pasti. Mungkin memang perlu waktu lama untuk dapat merengkuh jasadmu namun selama kesempatan ini ada …. selama itu pula aku akan menantikanmu


Beri tanggapan

Your response:

Kategori