Oleh: kun744 | Februari 4, 2008

Seandainya kita tahu batas usia kita.

Setiap melakukan sesuatu sebaiknya kita tahu alasan dan tujuannya. Sebab itu menjadi landasan utama mengapa kita mau melakukan atau mengerjakan sesuatu itu. Kita ambil contoh simpel saja dalam sebuah pekerjaan, mampukah kita menyelesaikan sebuah pekerjaan dengan batas waktu yang ditentukan bila kita tidak tahu berapa upah atau bayaran yang akan kita terima. Meski bekerja tidak hanya menuntut materi namun hal itu bisa menjadi tujuan mengapa kita mau bersusah payah bekerja. Hal seperti itu sangat manusiawi bukan. Karena tujuan orang bekerja memang mencari uang … meski kepuasan juga kadang menjadi landasan juga bagi seseorang dalam bekerja. Misalnya kepuasan batin serta kemapanan dalam berkarya, itu salah satu contoh lain.

Jika untuk mengukur dan mengetahui seberapa besar keinginan kita bekerja adalah dengan tujuan yang nanti akan kita raih/peroleh. Lalu bagaimana kita mengukur seberapa besar keinginan kita untuk terus hidup di dunia ini. Bisa banyak alasan mestinya yang muncul dalam benak kita. Pernah terfikir kita hidup di dunia ini tentu karena kehendak Tuhan, namun apa hanya sampai disitu saja batas pemikiran kita. Tentu tidak bukan, akan sangat banyak alasan yang muncul di otak kita mengenai alasan kita hidup. Bisa karena tanggung jawab kepada keluarga, bisa karena terus ingin mengejar impian bisa juga karena keinginan kita merubah dunia. Begitu mulia dan besar keinginan setiap orang untuk tetap hidup. Namun pernahkah terfikir oleh kita bahwa kita hidup di dunia ini karena untuk mencari bekal. Bekal yang nantinya akan kita panen di akherat kelak. Dan hanya dengan bekal itulah nantinya kita bisa menetahui nasib dan keputusan raport kita di akherat kelak. Pernahkah kita berfikir demikian…

Seandainya kita tahu batas usia kita sampai dimana, mungkin itu juga akan menjadi tujuan hidup kita di dunia. Dan bila kita tahu saatnya kita harus pergi dari dunia, mungkinkah saat ini kita masih bisa tertawa dan bersenang-senang. Mungkin bisa jika kita tahu kalau kita akan pergi dari dunia 100 atau 1000 tahun lagi. Tapi bila kita tahu bahwa sisa waktu kita hanya 2jam atau bahkan 20menit dari sekarang… bisa apa kita. Mungkin saja bukan tertawa karena gila tapi menangis karena ketakutan karena belum siap nantinya. Coba jika sebagian dari kita bisa berfikir demikian, mungkin setiap waktu yang kita miliki akan sangat begitu berharga di mata kita. Dan sangat sayang bila kita menyia-nyiakan waktu tersebut untuk hal-hal yang tidak bermanfaat.

Waktu sungguh sangat berharga bagi setiap orang yang mengetahuinya, namun bagi yang suka menyia-nyiakan waktu maka penyesalan yang akan dia dapatkan nantinya. Karena waktu akan terus berlalu… meninggalkan kita tanpa bekas. Maka gunakanlah waktumu sebaik-baiknya sebelum dia meninggalkanmu.


Tanggapan

  1. kun… kok tulisanmu apik j…

    kun744:
    terima kasih


Beri tanggapan

Your response:

Kategori